IDENTIFIKASI FARMAKOFOR
Farmakofor adalah susunan tiga dimensi dari atom
dalam molekul obat yang memungkinkan untuk berikatan dengan reseptor yang diinginkannya dan
bertanggung jawab dengan
respon biologis
karena terikat dengan reseptor yang dikehendakinya.
“Jika ada senyawa-senyawa yang memiliki farmakofor yang sama, maka
efek yang dihasilkan juga sama”.
Reseptor obat adalah suatu makromolekul
jaringan sel hidup, mengandung gugus fungsional atau atom-atom terorganisasi,
reaktif secara kimia dan bersifat spesifik, dapat berinteraksi secara
reversibel dengan molekul obat yang mengandung gugus fungsional spesifik,
menghasilkan respons biologis yang spesifik pula.
Ada beberapa ikatan yang mendasari identifikasi farmakofor, yaitu
:
a.
Ikatan Kovalen
Ikatan
kovalen terbentuk bila ada dua atom saling menggunakan sepasang elektron secara
bersama-sama. Ikatan kovalen merupakan ikatan kimia yang paling kuat dengan
rata-rata kekuatan ikatan 1000 kkal/mol. Dengan kekuatan ikatan yang tinggi
ini, pada suhu normal ikatan bersifat ireversibel dan hanya dapat pecah bila
ada pengaruh katalisator enzim tertentu. Interaksi obat-katalisator melalui
ikatan kovalen menghasilkan kompleks yang cukup stabil dan sifat ini dapat
digunakan untuk tujuan pengobatan tertentu.
b.
Ikatan ion
Ikatan
ion adalah ikatan yag dihasilkan oleh daya tarik menarik elektrostatik antara
ion-ion yang muatannya berlawanan. Kekuatan tarik-menarik akan makin berkurang
bila jarak antar ion makin jauh dan pengurangan tersebut berbanding terbalik
dengan jaraknya.
c.
Ikatan hidrogen
Ikatan
hidrogen adalah suatu ikatan antara atom H yang mempunyai muatan positif
parsial dengan atom lain yang bersifat elektronegatif dan mempunyai sepasang
elektron bebas dengan oktet lengkap seperti O, N, F. Atom yang bermuatan
positif parsial dapat berinteraksi dengan atom negatif parsial dari molekul
atau atom lain yang berbeda ikatan kovalennya dalam satu molekul.
Contoh : H2O
d.
Ikatan Van Der Waal’s
Ikatan
van der waal’s merupakan kekuatan tarik-menarik antar molekul atau atom yang
tidak bermuatan dan letaknya berdekatan atau jaraknya ± 4-6 Å. Ikatan ini
terjadi karena sifat kepolarisasian molekul atau atom. Meskipun secara individu
lemah tetapi hasil penjumlahan ikatan van del waal’s merupakan faktor pengikat
yang cukup bermakna terutama untuk senyawa-senyawa yang mempunyai berat molekul
tinggi. Ikatan van der waal’s terlibat pada interaksi cincin benzen dengan
daerah bidang datar reseptor dan pada interaksi rantai hidrokarbon dengan
makromolekul protein atau reseptor.
Referensi :
pertanyaan :
1.
Apa perbedaan dari 4 ikatan yang mendasari
identifikasi farmakofor tersebut ?
2.
Bagaimana cara identifikasi farmakofor ?
3. Apa hubungan antara konformasi aktif dengan struktur 3 dimensi farmakofor ?
4. Contoh senyawa yang memiliki farmakofor yang sama dan efek yang sama ?
3. Apa hubungan antara konformasi aktif dengan struktur 3 dimensi farmakofor ?
4. Contoh senyawa yang memiliki farmakofor yang sama dan efek yang sama ?
Selamat malam feny,saya akan mencoba menjawab :
BalasHapus1. ikatan kovalen, ikatan ion, ikatan hidrogen, ikatan van der waals
2. Posisi relatif suatu molekul ~ Reseptor dan Konformasi aktif molekul
terimakasih atas jawabannya :)
Hapushai feni terkait pertanyaan no 2
BalasHapusperbedaan ikan ion, ikatan kovalen dan ikatan van der waal’s
Ikatan ion adalah ikatan yang dihasilkan oleh daya tarik menarik elektrostatik antara ion-ion yang muatannya berlawanan (+)dan (-), dimana kekuatan tarik menarik akan semakin berkurang bila jarak antar ion makin jauh dan pengurangan tersebut berbanding terbalik dengan jaraknya. sedangkan Ikatan van der waal’s merupakan kekuatan tarik-menarik antar molekul atau atom yang tidak bermuatan dan letaknya berdekatan ,Ikatan ini terjadi karena sifat kepolarisasian molekul atau atom. Ikatan kovalen terbentuk bila ada dua atom saling menggunakan sepasang elektron secara bersama-sama.
dari penjelasan yanti diatas, menurut yanti ikatan mana yang paling lemah ?
HapusSaya mau menambahkan, ikatan yg lemah tergantung dari reaksi yg terjadi yg dapat berasal dari lingkungan dan juga ikatan lemah terdapat pada ikatan ionik karena dapat berubah ubah sesuai dg muatan yg ada
Hapusnmr 2
BalasHapuscara Identifikasi farmakofor
· Menentukan posisi 3D obat dengan target
· Mengetahui gugus penting dapat terikat dengan reseptor
· Untuk mengetahui konformasi aktif dari molekul
· Penting sebagai dasar merancang obat
· Penting dalam hal menemukan obat baru
Struktur dua dimensi farmakofor
Mendefenisikan kerangka minimum yang menghubungkan kelompok pengikat penting.
Contoh : Morphine
Analog Morphine : Metazocine dan Levorphanol
Struktur tiga dimensi farmakofor
Mendefinisikan posisi relative di ruang kelompok pengikat penting. konformasi aktif diadopsi oleh suatu obat ketika terikan tengan site target. identifikasi konformasi aktif dilakukan untuk mengidentifikasi farmakofor 3D.
Jawaban nomor 1 yaitu
BalasHapus1. Ikatan ionik : Atom logam (energi ionisasi rendah) cenderung melepaskan elektronnya, lalu diterima oleh atom nonlogam (afinitas elektron besar). Dari proses transfer elektron dari atom logam ke atom nonlogam ini akan terbentuk ion positif dan ion negatif dengan konfigurasi elektron gas mulia yang saling tarik menarik dengan gaya elektrostatis yang disebut ikatan ionik. Sebagai contoh, dalam pembentukan senyawa ionik NaCl terjadi transfer elektron dari atom Na ke atom Cl.
2. Ikatan kovalen : Atom-atom nonlogam cenderung tidak ingin melepaskan elektronnya (energi ionisasi tinggi) dan ingin menarik elektron-elektron dari atom lainnya (afinitas elektron besar) sehingga terdapat satu atau lebih pasangan elektron yang dipakai untuk berbagi bersama. Ikatan kimia yang terbentuk dari sharing elektron terlokalisasi antara atom ini disebut ikatan kovalen. Sebagai contoh, 2 atom H berikatan kovalen membentuk molekul H2 dan 2 atom Cl berikatan kovalen membentuk molekul Cl2.
3. Ikatan hidrogen : adalah gaya tarik antar-molekul yang terjadi antara atom hidrogen yang terikat dengan atom sangat elektronegatif (N, O, atau F) dan pasangan elektron bebas dari atom sangat elektronegatif lainnya. Ikatan ini muncul sebagaimana ikatan N—H, O—H, dan F—H bersifat sangat polar, di mana muatan parsial positif pada H dan muatan parsial negatif pada atom elektronegatif (N, O, atau F). Sebagai contoh, ikatan hidrogen terdapat pada antar molekul H2O dan antar molekul NH3.
4. Gaya Van Der Waals : terjadi akibat interaksi antara molekul-molekul non polar (Gaya London), antara molekul-molekul polar (Gaya dipole-dipol) atau antara molekul non polar dengan molekul polar (Gaya dipole-dipol terinduksi). Ikatan Van Der Waals terdapat antar molekul zat cair atau padat dan sangat lemah. Contoh gaya van der waals terdapat pada senyawa hidrokarbon. Misalnya pada senyawa CH4
menurut saya jawaban no 2
BalasHapusKetika target dan sistem pengujian telah ditentukan, selanjutnya adalah menemukan leadcompound dimana merupakan senyawa yang menunjukkan aktivitas pengobatan. Tingkataktivitas mungkin tidak begitu besar dan adanya efek samping yang tidak diinginkan, tetapisenyawa utama ini dapat mengawali sebuah proses pengembangan suatu obat. Ada beberapa carauntuk menemukan senyawa utama ini, antara lain:
1. Penyaringan dari bahan-bahan alam
2. Cerita-serita pengobatan
3. Penyaringan “bank” sintesis
4. Obat yang telah ada
5. Mengawali dari ligan alami atau modulator
6. Sintesis kombinasi
7. Desain dengan bantuan komputer
8. Fakta-fakta ilmiah dan pemikiran
9. Pencarian data struktural menggunakan komputer
10. Mendesain senyawa utama dengan NMR